Minggu, 05 Agustus 2012

Chapter 3


‘sebelumnya apa kalian tau bagaimana cara membuat jus jeruk?’ ‘hm?, maksud kakek’ucap Imam heran, ia dan yang lain bingung dengan apa yang di maksud oleh kakek. ‘meremas buah jeruk hingga sari – sarinya keluar kan?’ lanjut Randy. ‘ya, itu cukup benar. Dan kira – kira seperti itulah ark.’ ‘seperti itu apa kek, kami belum mengerti’ ‘jadi begini, Ark seperti halnya membuat jus jeruk. kita meremas jeruk, menggunakan kekuatan otot untuk meremas hingga menyebabkan jeruk mengeluarkan sari – sarinya. Membuat ark juga tidak jauh berbeda dengan membuat jus jeruk itu. Untuk memunculkan atau menggunakannya, kalian harus menggunakan kekuatan kalian untuk meremas dan memunculkan ark. Hanya saja kekuatan yang kalian kerahkan bukan berasal dari kekuatan otot, melainkan dari sumber lain… “Mana”, itulah sumber lain itu. Kalian harus mengerahkan mana yang cukup untuk menghasilkan ark. Semakin besar kekuatan mana yang kalian keluarkan, akan semakin kuat ark itu.
Ark terbagi dalam berbagai jenis, biasanya berbentuk Element – element, seperti yang aku gunakan barusan. Jenis ark yang ku miliki adalah Api. Dan ada jenis lain yang bisa di bentuknya seperti Air, Tanah, Udara. Ya.. elemen standar yang ada di dunia. Tetapi.. ada jenis ark yang lebih tinggi dari ke lima elemen tadi, 4 element yang kakek sebutkan masuk ke dalam kategori ark umum, sedangkan tingkatan yang lebih tinggi adalah Ark Dewa. Hanya ada dua jenis ark Dewa, Berkah dan Kutukan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing.’ Jelas sang kakek ‘wow keren..’ ‘apa kakek bisa yang lebih hebat lagi’ ‘ya mungkin, tapi.. seperti yang ku bilang sebelumnya, itu semua terbatas oleh mana. dan semakin besar mana yang di miliki seseorang, semakin besar pula ark yang dapat di gunakan’ ‘kakek, aku mau Tanya. apa ini bisa di gunakan untuk bertarung kek’ Tanya Jiyuu ‘hmm.. sebenarnya bisa saja jika pengguna ark memang ingin menggunakannya’. brakk!! tiba – tiba Jiyuu langsung berdiri dari kursinya ia menatap sang kakek dan berkata ‘kalau begitu, kakek tolong ajari kami ark’. ‘hahaha.. semangat sekali kau ini’

(DI PESAN) “seharusnya masih ada cerita di tengah sini, cuma belom sempet di tulis”

‘Baik besok kakek akan mengajari kalian tentang arc, sebelumnya habiskan makanan kalian dan tidur. Karna besok kalian akan menjalani hari yang berat. Atau mungkin tidak’ ‘baik kek’. Saat mereka semua pergi ke kamar Rika dan kakek melakukan pembicaraan ‘kek, apa mereka korban dari orang itu’ ‘mungkin saja, kau tenang saja tidak usah merasa bersalah dengan kejadian yang mereka alami’ ucap sang kakek untuk menghibur rika ‘sepertinya ini juga waktumu untuk tidur kan, karna kakek juga meminta tolong padamu untuk membantu merngurus mereka besok’ ‘baik kek’. Mereka semua pun akhirnya tertidur di malam itu. Hanya kakek itu saja yang masih duduk sambil memandang langit – langit.
‘haruskah aku mengajari anak itu, semoga saja dia tidak bersikap buruk pada akhirnya’ Seperti itulah yang di fikirkan oleh kakek misterius ini. Tak lama ia pun memejamkan matanya dan mulai tertidur.
Ke’esokan paginya.
‘SEMUA BANGUUUUUNNN…!!!!!’ teriak kakek dari pintu kamar mereka. ‘Waaaa..!!’ anak anak  berteriak kaget. ‘kakek sial, bisa tidak kau membangunkan kami dengan cara yang normal’ ucap hiero, ‘oh jadi kalian tidak ingin belajar ark?. Hm..’ ucapnya sambil terkekeh sambil pergi meninggalkan ruangan. ‘kami mau.!’ Seru Jiyuu, dia segera bangun karena khawatir dan menganggap temmpat itu cukup aman ia menaruh kalung ibunya di atas meja di ruangan mereka dan lari mengejar kakek di susul dengan Hiero yang juga berlari mengejar. ‘yaya..., semangat sekali’ ucap Randy menggerutu ‘ayo mam’ lanjutnya. ‘ok’.
‘sebelum kalian belajar menggunakan ark, kakek akan mengajak kalian ke sebuah tempat’ ucap kakek ‘apa kita akan ke tempat itu kek’ Tanya Rika dengan semangat ‘ya kau benar Rika, kita akan pergi ke tempat itu’ ‘yey… asik..’ ucap Rika kegirangan. ‘tempat itu, tempat apa ??’ pikir anak – anak lain heran. Lalu mereka berangkat menuju tempat itu mereka berjalan cukup jauh dari rumah si kakek, ‘hoi kakek.. sampai kapan kita jalan…’ Tanya hiero ‘hm?, sebentar lagii..’ jawabnya. Tak lama setelah itu langit tiba tiba mulai gelap dan tetesan air berjatuhan dari langit. ‘wah, sial. turun hujan’ ucap Jiyuu ‘ho… pas sekali. mari kita berteduh, sudah saatnya kita berhenti berjalan’ ‘jadi maksudmu sebentar lagi itu ini ya kakek’ ucap hiero dengan nada kesal. ‘hohoho…’ tawa kakek. Mereka berteduh di celah dinding tebing batu. ‘kakek, kami belum mengenal siapa kakek’ Tanya Imam ‘benar, dari kemarin malam kita bahkan tidak tau siapa kakek’ lanjut Hiero ‘aku?, apakah itu penting untuk kalian’ Tanya kakek ‘sangat penting kek, siapa tau kakek itu orang jahat yang memanfaatkan kami’ jelas Randy ‘hahahaha….’ Kakek itu tertawa lebar ‘baik – baik, namaku Den Jousar, dulu aku adalah anggota dari 5 penjaga’ jawab kakek ‘5 penjaga, apa itu?’ ‘5 penjaga itu organisasi yang bertindak di bawah wewenang kerajaan’ ‘kek, berarti kakek orang hebat ya, kenapa kakek ada di sini?’ ‘itu, itu.. cerita yang panjang. Mungkin kalian akan tau alasannya jika kalian sudah besar’.
‘Hoi.!, hujannya sudah berhenti.!’ Seru Jiyuu ‘oh ya, mari kita lanjutkan lagi’ ‘baik kek’. Semua melajutkan lagi perjalanan mereka menuju tempat yang di maksud kakek Den.
Mereka terus berjalan dan berjalan, menaiki dan menuruni bukit, masuk ke sela celah tebing, dan beberapa kali mendaki jalan yang terjal. Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah gua, atau mungkin terowongan di kaki gunung.­
‘kita akan masuk ke sini, sebaiknya kalian hati hati, jangan mengikuti cahaya karena cahaya tidak selalu menuntuk kita ke jalan keluar. jangan sampai terpisah. Mungkin kalian harus berpegangan tangan’ ucap kakek. ‘hoi Jiyuu, ayo pegang tanganku’ ucap Imam ‘cih’ balas jiyuu, dengan sikap sombongnya ia mengacuhkan ajakan Imam dan tidak mau bergandengan dengannya. Karena merasa niat baiknya tidak di perdulikan Imam pun kesal dan meninggalkan Jiyuu di belakang ‘terserah kau saja’. Lalu kakek pun masuk ke dalam, di ikuti Rika, Hiero dan yang lain.
Sekian menit pun berlalu, mereka akhirnya tiba di pintu keluar. Pintu keluar tertutup tanaman rambat, jadi cahaya tidak bisa masuk ke dalam. ‘woa….. keren banget tempat ini…’ seru Hiero ‘woi – woi, liat.’ Lanjutnya dan dia melompat ke kerumunan rumput tinggi, hingga rumput – rumput itu berbekas membentuk dirinya ‘Hahahaha….’ Suara tawa riang anak anak. Tempat ini berada di tengah kubah alami, bekas letusan gunung. Sehingga di dalam sebuah gunung yang tinggi terdapat wilayah alami yang terlindungi. Hiero sibuk berguling – guling, Rika yang bermain air di pinggiran sungai kecil, dan Randi serta Imam berkeliling. ‘eit, tunggu dulu. Di mana jiyuu?’ Tanya kakek. ‘Imam, bukankah dia di belakangmu?’ lanjutnya. ‘iya.. tapi..’ ‘yasudah kalau begitu, kakek akan masuk lagi ke dalam. Kalian tunggu di sini’ kakek pun masuk kembali ke dalam terowongan ‘tunggu kek..!, aku ikut’ teriak Imam mengikuti kakek masuk ke dalam. ‘mungkin jiyuu mati di makan ular di dalam’ ucap Randy #jedug..! ‘aduh!’ teriak Randy kesakitan ‘Bodoh..!, bicaramu yang benar’ seru Rika yang tadi memukul kepala Randy. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar